Pelaksanaan Parate Eksekusi Hak Tanggungan Sebagai Alternatif Penyelesaian Kredit Bermasalah Di PT Permodalan Nasional Madani PNM (Persero) Cabang Garut

Main Article Content

Tomi Mulyana

Abstract

Dalam ketentuan Pasal 20 Ayat (1) huruf a dan b serta Ayat (2) UUHT tersebut telah diatur adanya 3 (tiga) cara eksekusi yang dapat ditempuh oleh kreditor/pemegang Hak Tanggungan terhadap obyek Hak Tanggungan bilamana debitor/pemberi Hak Tanggungan cidera janji. Dalam melakukan eksekusi kredit bermasalah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Garut sering mendapatkan hambatan dalam pelaksanaanya. Proses eksekusi Hak Tanggungan dalam menyelesaikan kredit bermasalah di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Garut dilakukan melalui proses penjualan dibawah tangan. Hasil penjualan atas barang jaminan telah disepakati oleh para pihak karena penjualan dilakukan bersama dan sudah melalui proses tawar menawar yang diketahui oleh semua pihak, sehingga meminimalisir adanya gugatan dari salah satu pihak.  Kendala-kendala yang dihadapi oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Garut dalam eksekusi Hak Tanggungan yaitu hambatan dari pihak debitur yang tidak kooperatif terhadap proses penjualan tidak melalui lelang. Hambatan Yuridis  yaitu Pasal 20 Ayat (2) merupakan terobosan yang terdapat pada UUHT bila dibandingkan dengan ketentuan lama yang terdapat pada hipotik untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi para pihak, karena dengan upaya ini akan memberikan kesempatan bagi pihak-pihak yang berkepentingan untuk menyelesaikan hutang-piutangnya berdasarkan kesepakatan sendiri. Kendala  lain    adalah  adanya  gugatan  perlawanan  oleh pihak  debitur  itu  sendiri  maupun  kreditur-kreditur  yang  lainnya  terhadap eksekusi  atas  permohonan  pemegang Hak Tanggungan  pertama.

Article Details

How to Cite
Mulyana, T. (2019, December 4). Pelaksanaan Parate Eksekusi Hak Tanggungan Sebagai Alternatif Penyelesaian Kredit Bermasalah Di PT Permodalan Nasional Madani PNM (Persero) Cabang Garut. PRISMAKOM, 12(1), 22-35. https://doi.org/https://doi.org/10.2301600/prismakom.v12i1.31
Section
Articles

References

Achmad Anwari, Bank Rekan Terpercaya dalam Usaha Anda, Balai Aksara, Jakarta, 1981.
Adrian Sutedi, Hukum Hak Tanggungan, Sinar Grafika, Jakarta, 2012.
Boedi Harsono, Konsepsi Pemikiran UUHT, Bandung: Seminar Nasional, 1996.
Djuhaendah Hasan, Lembaga Jaminan Kebendaan Bagi Tanah dan Benda Lain yang MelekatPada Tanah dalam Konsepsi Penerapan Asas Pemisahan Horizontal (suatu konsep dalam menyongsong Lahirnya Lembaga Hak Tanggungan), PT Citra Aditya Bakti,Cetakan 1, Jakarta,1996.
Emy Sjahdeini, Hak Tanggungan, Asas-asas, Ketentuan-ketentuan Pokok dan Masalah yang Dihadapi Oleh Perbankan, Alumni, Bandung, 1999.
Herowati Poesoko. Parate Excecutie Obyek Hak Tanggungan. LaksBang PRESSindo. Yogyakarta.2008.
Lexy J. Moleong,Metodologi Penelitian Kualitatif,Remaja Rosdakarya, Jakarta,2007.
M. Yahya Harahap, Ruang Lingkup Permasalahan Eksekusi Bidang Perdata, Penerbit PT. Gramedia, Jakarta, 1991.
Purwahid Patrik, Hukum Jaminan Edisi Revisi dengan UUHT, Semarang, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, 1989.
Retnowulan Sutantio, dan Iskandar Oeripkartawinata, Hukum Acara Perdata Dalam Teori dan Praktek, cet. VI.Bandung:Mandar Maju, 1989.
R. Subekti, Hukum Acara Perdata, cet. 3, Bandung; Binacipta, 1989.
R. Supomo, Hukum Acara Perdata Pengadilan Negeri, cet. 9,Jakarta :PT.Pradnya Paramita, 1986.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Suatu Tinjauan Singkat, Rajawali, Jakarta, 2013.
Victor M. Situmorang & Cormentya Sitanggang, Grosse akta dalam Pembuktian dan Eksekusi, Elsa dan Huma, Jakarta, 1993.